sekolahpontianak.com

Loading

contoh laporan hasil observasi lingkungan sekolah

contoh laporan hasil observasi lingkungan sekolah

Contoh Laporan Hasil Observasi Lingkungan Sekolah: Studi Kasus SMP Negeri 5 Bandung

I. Identitas Sekolah

  • Nama Sekolah: SMP Negeri 5 Bandung
  • Alamat: Jalan Belitung No. 8, Bandung, Jawa Barat
  • Tanggal Observasi: 15 Mei 2024
  • Waktu Observasi: 08.00 – 12.00 WIB
  • Observer: (Nama Observer/Kelompok Observer)
  • Tujuan Observasi: Mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lingkungan fisik dan sosial sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas lingkungan sekolah.

II. Metode Observasi

Observasi dilakukan melalui beberapa metode, meliputi:

  • Pengamatan Langsung: Melakukan pengamatan secara langsung terhadap lingkungan fisik sekolah, termasuk bangunan, halaman, taman, fasilitas sanitasi, dan area parkir. Pengamatan difokuskan pada kebersihan, kerapian, keamanan, dan keberfungsian fasilitas.
  • Wawancara: Melakukan wawancara dengan beberapa informan kunci, seperti kepala sekolah, guru, siswa, petugas kebersihan, dan petugas keamanan. Pertanyaan difokuskan pada persepsi mereka terhadap kondisi lingkungan sekolah, masalah yang dihadapi, dan upaya yang telah dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keamanan.
  • Dokumentasi: Mengambil foto dan video untuk mendokumentasikan kondisi lingkungan sekolah. Dokumentasi ini digunakan sebagai bukti visual dan referensi dalam analisis data.
  • Studi Dokumen: Mempelajari dokumen-dokumen terkait lingkungan sekolah, seperti rencana tata ruang sekolah, peraturan sekolah mengenai kebersihan dan keamanan, laporan kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan lingkungan, dan data inventaris fasilitas sekolah.

III. Hasil Observasi

A. Kondisi Fisik Lingkungan Sekolah

  1. Bangunan Sekolah:

    • Kondisi: Secara umum, bangunan sekolah dalam kondisi baik. Namun, beberapa bagian bangunan, seperti dinding kelas dan atap koridor, menunjukkan tanda-tanda kerusakan ringan, seperti cat yang mengelupas dan retakan kecil.
    • Kebersihan: Kebersihan ruang kelas cukup terjaga, meskipun masih ditemukan sampah di beberapa sudut ruangan. Kondisi toilet siswa memerlukan perhatian lebih, karena beberapa toilet terlihat kotor dan berbau tidak sedap.
    • Tata Ruang: Tata ruang kelas cukup baik, dengan penataan meja dan kursi yang rapi. Namun, beberapa kelas terlihat terlalu padat, sehingga mengurangi kenyamanan siswa dalam belajar.
  2. Halaman Sekolah:

    • Kondisi: Halaman sekolah cukup luas dan terawat dengan baik. Terdapat area lapangan olahraga yang digunakan untuk kegiatan olahraga dan upacara bendera.
    • Kebersihan: Kebersihan halaman sekolah cukup terjaga, meskipun masih ditemukan sampah berserakan di beberapa tempat, terutama di dekat kantin sekolah.
    • Fasilitas: Terdapat beberapa fasilitas di halaman sekolah, seperti lapangan basket, lapangan voli, dan taman. Kondisi lapangan olahraga cukup baik, namun beberapa fasilitas taman memerlukan perbaikan.
  3. Taman Sekolah:

    • Kondisi: Terdapat beberapa taman di area sekolah yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman hias. Taman-taman ini memberikan kesan asri dan sejuk bagi lingkungan sekolah.
    • Kebersihan: Kebersihan taman terjaga dengan baik, rumput dipangkas secara teratur dan sampah dibersihkan setiap hari.
    • Perawatan: Perawatan taman dilakukan secara rutin oleh petugas kebersihan sekolah. Namun, beberapa tanaman terlihat kurang terawat dan memerlukan pemupukan.
  4. Fasilitas Sanitasi (Toilet):

    • Kondisi: Kondisi toilet siswa kurang baik. Beberapa toilet terlihat kotor, berbau tidak sedap, dan kekurangan air.
    • Kebersihan: Kebersihan toilet perlu ditingkatkan. Diperlukan pembersihan yang lebih sering dan penggunaan disinfektan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
    • Fasilitas: Beberapa toilet mengalami kerusakan, seperti keran air yang bocor dan kloset yang rusak. Perlu dilakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak.
  5. Area Parkir:

    • Kondisi: Area parkir cukup luas dan tertata dengan baik. Namun, pada jam-jam sibuk, area parkir seringkali penuh, sehingga menimbulkan kemacetan.
    • Keamanan: Keamanan area parkir cukup terjaga dengan adanya petugas keamanan yang berjaga. Namun, perlu ditingkatkan pengawasan terhadap kendaraan yang keluar masuk area sekolah.
    • Tata Tertib: Tata tertib parkir perlu ditegakkan, seperti larangan parkir sembarangan dan penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor.
  6. Kantin Sekolah:

    • Kondisi: Kondisi kantin sekolah cukup bersih dan teratur. Terdapat beberapa penjual makanan dan minuman yang menjajakan dagangannya.
    • Kebersihan : Kebersihan kantin perlu ditingkatkan. Perlu dilakukan pembersihan dan pengawasan secara rutin terhadap kebersihan makanan dan minuman yang dijual.
    • Kesehatan: Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penjual makanan dan minuman di kantin sekolah untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan tidak menularkan penyakit.

B. Kondisi Sosial Lingkungan Sekolah

  1. Interaksi Antar Warga Sekolah:

    • Guru dan Siswa: Interaksi antara guru dan siswa berjalan dengan baik. Guru memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa, sementara siswa menghormati dan mendengarkan guru.
    • Siswa dan Siswa: Interaksi antar siswa juga berjalan dengan baik. Siswa saling membantu dan bekerja sama dalam kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan ekstrakurikuler.
    • Guru dan Guru: Interaksi antar guru terjalin harmonis. Guru saling berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
    • Petugas Kebersihan dan Warga Sekolah: Interaksi antara petugas kebersihan dan warga sekolah cukup baik. Warga sekolah menghargai dan menghormati petugas kebersihan atas jasa mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
  2. Kedisiplinan Warga Sekolah:

    • Siswa: Kedisiplinan siswa cukup baik. Sebagian besar siswa datang tepat waktu dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan tertib. Namun, masih ada beberapa siswa yang melanggar peraturan sekolah, seperti terlambat masuk kelas dan membuang sampah sembarangan.
    • Guru: Kedisiplinan guru sangat baik. Guru datang tepat waktu dan melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
    • Petugas Kebersihan: Kedisiplinan petugas kebersihan juga baik. Mereka datang tepat waktu dan melaksanakan tugasnya dengan tekun.
  3. Keamanan Lingkungan Sekolah:

    • Pengawasan: Pengawasan terhadap keamanan lingkungan sekolah dilakukan oleh petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang dan area sekolah.
    • Peraturan: Terdapat peraturan sekolah yang mengatur tentang keamanan, seperti larangan membawa senjata tajam dan narkoba ke sekolah.
    • Sosialisasi: Sosialisasi tentang keamanan dilakukan secara rutin kepada siswa dan guru melalui kegiatan upacara bendera dan penyuluhan.
  4. Kegiatan Ekstrakurikuler yang Berhubungan dengan Lingkungan:

    • Kegiatan: Terdapat beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan lingkungan, seperti kegiatan pecinta alam, kegiatan kebersihan lingkungan, dan kegiatan pembuatan taman sekolah.
    • Partisipasi: Partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan lingkungan cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

IV. Analisis Data

Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan SMP Negeri 5 Bandung secara umum cukup baik. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan dan ditangani, antara lain:

  • Kondisi toilet siswa yang kurang bersih dan rusak.
  • Kebersihan kantin sekolah yang perlu ditingkatkan.
  • Kurangnya kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
  • Perlunya perbaikan terhadap beberapa bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan ringan.

V. Rekomendasi

Berdasarkan analisis data, berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas lingkungan SMP Negeri 5 Bandung:

  1. Perbaikan dan Pemeliharaan Fasilitas:

    • Melakukan perbaikan terhadap toilet siswa yang rusak dan meningkatkan kebersihan toilet secara rutin.
    • Melakukan perbaikan terhadap bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan ringan.
    • Melengkapi fasilitas sekolah, seperti tempat sampah yang memadai di setiap kelas dan area sekolah.
  2. Peningkatan Kebersihan Lingkungan:

    • Melakukan pembersihan rutin kantin sekolah dan mengawasi kebersihan makanan dan minuman yang dijual.
    • Mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah secara berkala.
    • Memasang spanduk dan poster yang berisi pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
  3. Peningkatan Kesadaran Warga Sekolah:

    • Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kepada siswa, guru, dan petugas kebersihan.
    • Mengintegrasikan materi tentang lingkungan hidup ke dalam kurikulum pembelajaran.
    • Memberikan penghargaan kepada siswa dan kelas yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan.
  4. Peningkatan Keamanan Lingkungan:

    • Pendapat