Selain itu, Sekolah Nabire juga menerapkan kurikulum yang menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan lokal. Mereka mengajarkan mata pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan, dan bahasa Inggris, namun juga memasukkan mata pelajaran yang terkait dengan budaya dan kehidupan sehari-hari di Papua. Hal ini membantu siswa untuk tetap terhubung dengan akar budayanya sambil memperoleh pendidikan yang komprehensif.


Selain itu, Sekolah Nabire juga menerapkan kurikulum yang menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan lokal. Mereka mengajarkan mata pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan, dan bahasa Inggris, namun juga memasukkan mata pelajaran yang terkait dengan budaya dan kehidupan sehari-hari di Papua. Hal ini membantu siswa untuk tetap terhubung dengan akar budayanya sambil memperoleh pendidikan yang komprehensif.

Sekolah Nabire, yang terletak di kabupaten Nabire, Papua, telah mengambil langkah inovatif dalam pendekatan pendidikan mereka. Mereka tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga memperkenalkan siswa dengan budaya dan kehidupan sehari-hari di Papua. Dengan menggabungkan pendidikan formal dan lokal, Sekolah Nabire menawarkan pendidikan yang lebih holistik dan relevan bagi siswa di wilayah tersebut.

Salah satu aspek penting dari pendekatan ini adalah pengajaran mata pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan, dan bahasa Inggris. Siswa di Sekolah Nabire belajar keterampilan akademik yang penting untuk masa depan mereka. Mereka diberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat nasional dan global. Mata pelajaran ini membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi yang penting dalam dunia modern.

Namun, Sekolah Nabire juga mengakui pentingnya mempertahankan dan mempromosikan budaya lokal di Papua. Oleh karena itu, mereka memasukkan mata pelajaran yang terkait dengan budaya dan kehidupan sehari-hari di daerah tersebut. Siswa belajar tentang tradisi, kebiasaan, dan nilai-nilai budaya Papua. Mereka mempelajari seni tradisional, tarian, musik, serta bahasa dan adat istiadat lokal.

Pendekatan ini memberikan banyak manfaat bagi siswa di Sekolah Nabire. Pertama, mereka dapat tetap terhubung dengan akar budaya mereka. Dalam era globalisasi yang semakin cepat, penting bagi siswa untuk memahami dan menghargai budaya mereka sendiri. Dengan mempelajari dan mempraktikkan tradisi lokal, siswa dapat mengembangkan rasa identitas yang kuat dan menghormati warisan budaya mereka.

Selain itu, pendekatan ini juga membantu siswa memperoleh pendidikan yang komprehensif. Dengan memasukkan mata pelajaran budaya, siswa dapat melihat hubungan antara pengetahuan akademik dan kehidupan sehari-hari mereka. Mereka dapat mengaitkan konsep matematika dengan kegiatan sehari-hari, menerapkan pengetahuan ilmiah dalam konteks lokal, dan menggunakan bahasa Inggris untuk memperluas wawasan mereka tentang budaya global.

Referensi:
1. Nabire Regency Government. (n.d.). Sekolah Dasar Nabire [Online]. Tersedia:
2. Indonesian Ministry of Education and Culture. (2013). Kurikulum 2013 [Online]. Tersedia:
3. Cultural Survival. (2021). Indigenous Education in Papua [Online]. Tersedia: